berbohong, misleading, jujur

menarik juga baca berita soal tokoh lintas agama menuduh pemerintah bohong soal kemajuan kemakmuran di negara ini. menarik dibaca karena banyak juga konyolnya…dan seperti biasa, di negara ini sibuk berdebat tambah lagi dikomporin media..tapi gak mau pelan-pelan memeriksa detail substansinya. apalagi berusaha untuk bertanya kepada yang mumpuni di bidangnya..tentang substansi yang dibahas.

menarik pertama, soal siapa tokoh-tokoh ini dan apa yang dikomentari. mereka dianggap menguasai teologi, religi..melihat bahwa disekeliling mereka masih banyak orang miskin dan bahkan makin miskin. sementara pemerintah mengklaim bahwa orang miskin berkurang dalam angka-angka statistik inflasi, pengangguran, jumlah orang miskin dsb. karena apa yang dilihat tidak sama dengan apa yang diklaim pemerintah, kontan mereka menuduh pemerintah berbohong. yang dituduh, tentu saja gak terima, data valid..dikumpulkan oleh instansi yang kompeten dan secara reguler sudah berjalan seperti mesin. dalam salah satu acara, salah satu tokoh mengatakan bahwa klaim bohong itu berdasar data-data yagn disupply oleh badan pekerja tokoh lintas agama. Nah disini pangkal urusannya..ketidakpedulian detail substansi !

Coba siapa orang-orang yang disebut badan pekerja? ekonom kah, statistik kah? kan ini gak pernah dibuka di media..siapa saja mereka, data apa yang mereka supply ke para tokoh ini.
para tokoh sama sekali bukan ekonom apalagi ahli statistik. jadi sudah dapat dipastikan bahwa yang disupply ke mereka sudah data olahan alias informasi. jadi tinggal baca aja gitu…nah begitu informasinya dapat..lalu dikonfirmasi dengan apa yang mereka lihat..cocok ! indonesia makin miskin, makin susah… data pemerintah bohong!
dari sisi ini ada 3 detail yagn perlu. siapa badan pekerja? data apa yagn mereka olah? apa informasi yang dijejalkan ke para tokoh ini?

penyampai informasi yang berbohong artinya menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan datanya. pemerintah menyampaikan data inflasi, kemiskinan sudah rutin. buat yang pernah baca detail data inflasi boleh saja protes karena metode penghitungan dan peroleh data tidak mencerminkan kondisi riil nya. bayangkan kalau inflasi disebut 7% ini bukan berarti buat semua orang rasanya naik 7%. inflasi dihitung dari ratusan komoditas barang mulai ikan asin, garam,paku, seng, beras, cabe, biaya transport, perumahan..data dikumpulkan dari seluruh indonesia..ratusan tempat. Kalau ada kenaikan harga ikan asin, garam..pegawai kantor di jakarta gak terpengaruh secara riil. padahal angkanya mempengaruhi angka inflasi nasional. sebaliknya, kalau tarif taksi, metro mini, ojek naik..yg di Jakarta langsung berasa ..10% lah. lalu kalo makanan naik, warteg,bakmi dll…yg di kota berasa banget. lah yang di pulau saumlaki, di palopo..gak terpengaruh sama biaya ojek,angkot..sama seperti yg di jakarta gak terpengaruh dengan garam, paku, ikan asin kan?
disitulah tricky nya angka inflasi..jadi para tokoh lintas agama…kalau anda lihat orang miskin disekitar anda makin banyak..di mana mereka? kota? desa? barulah angka inflasi dibedah..berapa inflasi wilayah tersebut…baru komoditas yang penting dan relevan dengan daerah tersebut diambil…barulah bisa diperoleh inflasi yang wajar.
begitu juga dengan angka miskin, perlu dibedah pak..lebih detail, definisi miskin, dimana mereka…pendapatan 40 ribu sehari di jakarta masih miskin, di palopo dah ok banget.
nah data pemerintah ini memang berpotensi membelokkan kesimpulan alias misleading. pengambilan keputusan bisa beda kalau baca hanya data pemerintah saja. perlu keringat tambahan untuk analisa, disagregasi data..supaya fit dengan kondisi lokal. kalo dibilang orang miskin makin banyak..kan pemerintah juga bisa bilang yang piknik ke luar negeri makin tahun makin banyak euy, haji ngantri makin panjang, motor dibeli makin banyak orang…lah itu kan fakta juga ya. lagian kalo disekitar kita ada pengemis..bukan juga dengan simpel kita bilang negara makin miskin..di washington juga ada pengemis pak..tapi kan bukan berarti AS negara miskin. ini namanya menarik simpulan general atas fakta spesifik.

Badan pekerja tokoh lintas agama perlu memberi pemahaman tentang bagaimana membaca data ini kepada para tokoh. BPS jelas tidak bohong..(heran ya..kok gak ada rasa empati tokoh ini ke manusia-manusia yang di BPS dengan menuduh data mereka bohong…) begitulah datanya, dan begitulah penyajiannya lengkap dengan segala plus minusnya. untuk dapat disimpulkan perlu keahlian tertentu (yang jelas bukan keahlian teologi pak…apalagi tanpa keahlian apa-apa alias gak jelas kompetensinya…) untuk kemudian disimpulkan. Bila data disajikan apa adanya, bisa misleading, menyesatkan pendengar atau pembacanya. harus ada keterangan tambahan tentang bagaimana cara membacanya, dan apa arti data ini. tapi menuduh datanya bohong..gak pas juga. apalagi argumenya dengan kondisi disekitar yang dilihat…indonesia luas banget pak ! kalo lihat orang miskin makin banyak, di mal yang wangi dan belanja juga makin banyak pak. dengan kondisi yang ada ini kan bisa diambil dua simpulan yang sama-sama valid tapi sama2 salah. karena hanya berdasar data khusus mengambil simpulan umum.

ayo pergi ke detail…bandingkan data badan pekerja dengan data BPS…(gw pengen tahu juga, data apa sih yang dipake badan pekerja..secara hanya BPS yang punya data super komplit..wong dia kerjaan utamanya ini kok). kalo cocok, lalu bandingkan apa interpretasi pemerintah dengan badan pekerja. dingin saja..jangan bawa2 apa yg kita lihat sehari-hari..bisa bias. dari situ barulah kelihatan bahwa baca data apa adanya…bisa tersesat karena data bisa ditonjolkan bagian tertentu saja sehingga simpulan pembaca bisa diatur. tapi menuduh data orang bohong..atas dasar apa yang kita lihat disekitar kita..jelas konyol. apalagi simpulan itu disodorkan ke tokoh yang kompetensi teknisnya bukan disitu..artinya gak bisa membuat interpretasi atas data. apa gak lebih konyol tuh…

ok lah, welcome ke negeri yang cuma sibuk ngomong doang…mari bekerja ! berhenti lah bicara..apalagi membicarakan orang lain !!!

, , , , ,

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.