Investasi dan Pensiun (2)

banyak jenis investasi yang bisa dilakukan di indonesia..di Jakarta tepatnya. dengan mempertimbangkan 3 hal yang disebut sebelumnya, jenis investasi yang mungkin dilakukan berdasarkan urutan waktu, artinya ketika mulai kerja, makin mapan, punya simpanan, dekat pensiun dan akhirnya pensiun…bisa dicoba begini:

ketika tabungan sudah cukup, yang pertama dilakukan investasi dalam bentuk properti..rumah tepatnya. eh tapi anak-anak muda umumnya beli kendaraan dulu…mobil ato motor gitu. ini sih bukan investasi. ini konsumsi jangka panjang dan menunjang operasional.

ok jadi investasi pertama adalah property yaitu rumah buat ditempatin sendiri. karakteristik investasi rumah jelas. resiko kecil kecuali ambil rumah yang surat gak jelas ato rumah sitaan preman…kalo surat lengkap, sertifikat ada, imb ada, resiko bisa diminimalkan. ada juga resiko lain yaitu likuiditas. beberapa rumah di daerah tertentu susyah dijualnya..misalnya karena banjir..ato macet berat daerahnya…salah pilih lokasi, ternyata daerah mati….alias gak berkembang. jadi hati-hati sama faktor ini..likuiditas.

kalo ada perumahan….biasanya ada pemukiman diluar perumahan..pas dipinggir..dan harganya biasanya menggiurkan..alias jauh lebih murah. kadang-kadang akses jalannya pake jalan perumahan itu…kok bisa lebih murah ya…kuncinya keteraturan. perumahan didisain rapi, teratur,penghuni relatif homogen..surat lengkap, keamanan diatur. di pinggir itu,bisa jadi lebih murah, tapi tidak mewarisi keteraturan ini…apalagi kalo perumahannya ada fasilitas club house, kolam renang segala macem…pasti beda jauh harganya..padahal lokasi gak beda. jadi keteraturan ini rupanya ada harganya…kalau mau beli rumah yang lebih luas, ya beli yg dipinggir.tapi nanti jualnya …pasti beda kecepatan lakunya..pinggir perumah jauh lebih susah dijual, padahal lebih luas, lebih murah. jadi jangan silau dengan harga yang beda jauh…orang tua kita bilang ada harga ada rupa..itu bener 100%.

perumahan di wilayah tertentu melesat bak meteor..sementara yang lain jalan ditempat. selain faktor banjir, macet, keamanan..faktor lain ternyata soal ukuran perumahan. beberapa perumahan dibangun dalam skala raksasa..akibatnya butuh fasilitas umum seperti sekolah, tempat les, tempat makan, tempat hiburan, hypermart, bengkel, toko spareparts dll…liat aja BSD, bintaro jaya…ini ternyata sangat mendukung kenaikan harga rumah kita. bandingkan kalau perumahah dengan 200 rumah menengah saja. tentu saja ketiadaan fasilitas ini membuat keluarga muda harus mengirim anaknya sekolah keluar kompleks, mo makan keluar, gak ada food cournya, mo ke rumah sakit kudu keluar kompleks…nah belajar dari pengalaman bsd, bintaro jaya, karawaci…pililh perumahan yang besar, fasilitas lengkap…umumnya sedikit lebih mahal..tapi gak apa..prospeknya ke depan lebih baik, keluarga lebih mudah hidupnya…dan yang juga penting, kenaikan harganya pasti ….dan cepat.

perumahan juga ada kelasnya lho..keseimbangan kelas dengan rumah perlu dijaga. kalo tidak akan sulit menjualnya nanti ketika butuh likuiditas. contohnya untuk perumahan kelas menengah dengan harga pasar 300 juta. kalau kita punya rumah disini, lalu dibuat bertingkat dua, material kelas satu dan amat mewah…sehingga nilainya kira-kira 1 Milyar sekarang…rasanya ini tindakan salah. Karena pembeli, jika punya uang 1 Milyar, tentu akan mencari perumahan dengan kelas lebih tinggi…jadi sia-sia anda investasikan di rumah yang kelas 300 juta…meskipun marmer italia lantainya juga…kelas perumahannya tidak mendukung harganya. jadi perumahan itu ada range harganya…kalau anda investasikan material yang mahal untuk membangun..sia-sia saja.malah bikin lebih susah kejual…sesuaikan dengan kelas perumahannya. kalau adan beli 100 juta berarti pasaran perumaha disekitar itu. ketika adan punya dana 300 juta, jangan rumah adan dibuat tingkat, material mewah..gak akan ada yang mau beli 400 juta kalau kelas perumahan anda 100 juta. mending jual aja yang 100 juta lalu cari perumahan yang kelasnya 400 juta. orang bilang lebih bagus punya rumah kecil di perumahan mewah daripada rumah mewah di perumahan kecil/sederhana.

kira-kira begitulah karakteristik investasi perumahan terutama untuk rumah pertama yang ditempati sendiri…resiko A, hasil a juga, dana yang bisa digunakan tentu saja seluruh jenis dana baik jangka pendek maupun panjang..karena ini kan baru investasi pertama.

, , , , ,

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.