media (salah) peran dalam kasus century
media di indonesia rasa2nya gagal berkontribusi positif dalam kasus bank century. alih-alih menyajikan informasi yang dapat menambah pemahaman masyarakat tentang teknis perbankan, media malah ngomporin dengan langsung menyajikan komentar, analisa dan parahnya sepotong-sepotong pula. aku lihat contoh yg paling mudah di komentar detik.com dan thread detikforum…asumsi dasarnya, para pembaca dan pemberi komentar di detik.com adalah orang-orang yang mudah mengakses informasi..sehingga komentar atau pendapatnya tentu saja sudah dilatarbelakangi oleh informasi yagn cukup, terutama tentang teknis perbankan…rasanya hal itu tidak terjadi, melihat beberapa komentar yang menunjukkan pemahaman yang sangat terbatas soal perbankan, proses pengambilan keputusan dan sebagainya….
aku lupa siapa yang bicara, kalo gak salah anggota dewan pers yang baru….beliau mengakui bahwa media tidak atau gagal berkontribusi ke proses pencerahan masyarakat…aku lebih keras lagi, media malah memperburuk masyarakat dengan mengkotak-kotakannya jadi pro dan kontra…sehingga kalo ada yg membela bail-out langsung dianggap pro pemerintah, demikain juga kalo sebaliknya..padahal gak sesederhana itu, bail-out adalah kebijakan publik yang sudah diambil, sudah dirasakan akibatnya…kalau ada yg kriminal..di tahapan sebelumnya dan sesudahnya..monggo diusut secara hukum..jangan politis (lagi…)
Add comment Januari 17, 2010
kalau aku SMI or Boediono
strike back….
itu thema kampanye yg akan kubuat…segala informasi yang beredar di masyarakat dari corong metro-tv dan tv-one antara lain harus dicounter dengan cepat…head to head..kalo mereka panggil nara sumber miring..kaya kwik, iksanudin nursi, econit grup, LSM gombal…harus juga dihadirkan narasumber yg ngerti..purbaya dana reksa, aviliani..antara lain kompeten untuk kasih informasi yg tepat untuk teknis perbankan…
saat ini counter hanya dalam bentuk buku putih…itu hanya untuk golongan masyarakat tertentu..apalagi bahasannya terlalu resmi…pakai aja teori segementasi targeting positioning…siapa yg mau dibidik?
rakyat terdidik..mungkin dah bisa ngeliat dan mengerti sendiri..kasih aja nara sumber di talkshow yang ngerti perbankan…biar mereka yakin kalo keputusan bail-out itu tidak sederhana dan seluruh resiko sudah dihitung…hanya orang-orang tolol yg pikir itu kaya keputusan mo masak sayur apa hari ini… (lagi…)
Add comment Januari 16, 2010
pansus yg memuakkan
nonton tv-one dan metro tv membuat geram ….media yg gak punya etika dan dibutakan oleh yg namanya fungsi media…dalam kasus perbankan kayak century, media tv boro-boro mendidik pemirsa..yg ada malah memberi corong pada orang-orang yg tidak kompeten, berniat buruk untuk memberi informasi plintiran kepada pemirsa..semoga pemirsa kita bukan orang-orang yg mudah percaya untuk informasi plesetannya. (lagi…)
Add comment Januari 16, 2010
milih (3)
singkatnya buat yg jurusan akuntansi..cukup banyak jenis pekerjaan yang bisa ditargetkan…jadi auditor junior, jadi akuntan junior di perusahaan, jadi akuntan di lembaga non profit/donor asing…
sebenarnya masih ada satu lagi..jadi ahli perpajakan. kalau yang ini relatif sulit buat junior..karena pajak itu sensitif, klien butuh kepercayaan..keyakinan bahwa kita itu ahli…nah kalo masih junior, gimana mereka bisa percaya? belum lagi network..karena ini menyangkut kepercayaan akan keahlian dan juga rahasia mereka, maka umumnya orang mengenal konsultan pajak dari rekomendasi ..
mulai karir disini jelas harus ambil sertifikasi konsultan pajak..BKP bersertifikat konsultan pajak. ada ujian nasionalnya, ada persiapan juga…kalo sudah dapat brevet a,b,c..gabung aja sama konsultan pajak yagn sudah ada..soalnya pajak ini sedikit banyak beda teori dengan praktek…apalagi peraturannya cepat banget berubah..jadi yg mau serius harus selalu up-date peraturan dan denger2 dari yg senior…
yang rada susah kalo semua diatas itu gak ada yg nyangkut…ya terpaksa ambil apa aja yg ada deh..jadi apa kek…ato wiraswasta alias berbisnis…
ada kelemahan buat orang-orang akuntansi untuk berbisnis. karena dicekoki oleh teori keuangan yang tidak berkesudahan, maka naluri bisnisnya jadi tumpul alias terlalu hati-hati. bayangkan, kalo mau dagang makanan aja musti hitung jelas berapa biaya buat rak, piring, gelas dsb..lalu gaji pegawai..lalu biaya bahan makanan. kalau dimasak di rumah maka biaya transport juga dihitung…lalu break even point..berapa piring minimum makanan harus terjual…berapa keuntungan yagn diharapkan..berapa bunga deposito di bank..duh panjang banget ya…alhasil untuk dapat untung yg cukup harga makanannya kemahalan deh…
bandingkan dengan pebisnis sejati yang gak pernah dapet ilmu akuntansi..bikin dulu, hitung belakangan..jadi yg penting jadi dulu n jual sebanyak-banyaknya…pebisnis percaya kalau setiap hari uang masuk lebih besar dari uang keluar maka artinya bisnis bagus…simpel kan?
gak usah ngitung penyusutan, break even point, time value of money dan istilah lain yg baku di akuntansi. ARtinya, kadang2 teori itu gak jalan di lapangan..bisnis kecil gak perlu liat neraca rugi laba..cukup liat cashflow aja..kalo positif berarti bisnis untung..rak makanan gak usah dihitung penyusutannya…kalo dah reot ganti aja…kalo uang kas ada lebihannya.
kalo gak dapet kerjaan juga..ya sudah, masih ada jalan lain..sekolah lagi..he..he..he… ambil S2.
Add comment Januari 8, 2010
milih (2)
kantor akuntan publik juga ada 2 golongan besar..yg internasional, sama yg lokal. dianjurkan sih yg internasional aja kalo baru mulai…soalnya cara kerjanya baku. sistemnya dah bagus..jadi buat para fresh graduate bisa belajar banyak deh..teori yg dipelajari bakal mirip dengan apa yg ada di tempat kerja. selain itu kalo kap internasional biasanya kliennya persh besar, multinasional..nah kita bisa belajar dari sistem mereka juga…terakhir, keuntungan kerja di kap model begini..kalo dah 5-6 tahun disini kalo mo lompat ke perusahaan lebih enak..apalagi kalo mo ngincer persh internasional…liat deh iklan di koran kalo cari finance mgr ato director..disukai yg bekas big four..artinya kan mantan auditor di kap internasional (yg gede sekarang tinggal 4..jadi disebut big four deh..). syarat utamanya tentu aja bhs inggris kudu mantaf…paling gak bhs tulisan bagus, ngomong gak belepotan… (lagi…)
Add comment Desember 23, 2009
milih sekolah, milih kerja, milih karir (1)
waktu baru lulus kuliah dulu ..yg terbayang, kalo kuliah teknik, kerjanya teknik, kalo keuangan,kerja keuangan..tapi setelah 25 tahun lulus..tengok kiri kanan…ternyata harapan dulu itu memang naif banget…cupu kata anak gw..saking sederhananya pikiran waktu itu.
dari akademik saja dulu…waktu s2 mulai banyak ketemu temen2 yg s1 nya bukan keuangan..memang gak terlalu banyak,tapi kalo MM itu ternyata yg top malah anak2 teknik..bukan ekonomi manajemen…apalagi kalo ke s3..malah lebih banyak lagi yg jauh dari disiplin ilmunya….artinya semakin keatas jenjang akademiknya semakin generalis lah keilmuannya…mungkin kalo ada s4 barulah kumpul semua jadi satu kelas..anak fisika, teknik, ekonomi dll..
tapi kayaknya rada gak bener juga untuk keilmuan lain kali ya..kedokteran ato sosial misalnya…gw gak tau sih, tapi di jalur ekonomi, manajemen sih belon ketemu temen2 dari sosial murni…mungkin karena relatif berbau kuantitatif kali ya.
dari kerjaan…nah ini yg enak. keuangan dibutuhkan semua organisasi. teoretis, peluang kerja lebih besar dibandingkan dengan bidang lain. perusahaan pasti ada akuntannya, tapi bisa jadi gak ada insinyurnya ato gak ada orang hukum. kira2 gitu perbandingan yg paling gampang.
Continue Reading Add comment Desember 23, 2009
bank century dan kebijakan publik (2)
bagian ini menjadi bagian paling penting…tapi gak boleh dianalisa terpisah…input yg sama, dianalisa oleh 30-40 orang dengan pemilikan informasi yg kurang lebih sama..lalu diringkas oleh 4 orang di rapat kamar tertutup. apakah pertemuan ini untuk menyelesaikan SELURUH problem yg pernah menyangkut century (sejarah gelap merjernya, kondisi tahun2 lalu dsb)? tentu saja tidak…sama sekali tidak bermaksud menyelesaikan problem century semuanya…hanya sebagian yg diperbaiki dan ini short term solution.. (lagi…)
Add comment Desember 17, 2009

